About My AC Milan

AC Milan mengawali musim dengan kurang baik. Dua kali menelan kekalahan saat menghadapi Bologna di laga perdana dengan hasil akhir 1-2, kemudian dikalahkan Genoa di giornata ke-2. Kekalahan ini praktis membuat Rossoneri berada di papan bawah klasemen. Sebuah pencapaian yang tidak diharapkan dari sebuah klub sebesar AC Milan. Beruntung Milan bukan hanya sebuah klub bola profesional, melainkan telah menjadi keluarga besar yang memahami satu sama lain. Pasalnya, alenatore Carletto sanggup mengembalikan kepercayaan anak-anak asuhnya untuk bangkit. Buktinya pada pertandingan derbi Della Madonina melawan Inter Milan, Rossoneri mampu mengalahkan Inter 1-0 berkat gol dari R80. Kemenangan atas Inter menjadi momentum kebangkitan Milan. Meski sempat ditahan imbang oleh Cagliari, Milan mampu meraih 3 poin penuh pada laga-laga selanjutnya. Meskipun kememangan itu di dapat dengan cara yang tidak mudah dan bukan dengan jumlah gol yang telak, tapi Milan mampu menunjukkan kemampuannya dan akhirnya merangkak naik ke puncak klasemen sementara (capolista) setelah mengalahkan Napoli 1-0.

Pertanyaannya, apakah Milan bisa terus bermain apik dan memperoleh kemenangan terus-menerus? Milan mempunyai kelemahan pada konsistensi para pemain di lapangan. Maklum, dengan squad yang tak banyak dihuni pemain muda, masalah stamina patut menjadi perhatian Carlo Ancelotti. Pada menit-menit akhir kadang para pemain Milan lengah sehingga sering terjadi gol yang terkadang menyebabkan Milan gagal meraih 3 poin. Masalah lain yang dihadapi Milan yaitu belum adanya defender yang mumpuni yang mampu melapis Nesta dan Maldini. Nesta yang belum 100% pulih dari cedera tidak bisa berbuat banyak, Maldini pun dengan usia yang sudah sangat veteran, tidak mampu bertahan lama di lapangan secara fisik. Defender yang dimiliki Milan belum bisa menjadi pelapis dua defender senior tersebut. Bonera masih belum konsisten pada permainannya sendiri, sementara Antonini belum memiliki jam terbang yang banyak, Sanderos yang dipinjam dari Arsenal belum dalam kondisi fit. Adalah menjadi perhatian pelatih dan manajemen Milan dalam hal memperbaiki lini pertahanan.

Terlepas dari kekurangan di lini belakang, Milan masih bisa memperbesar momentum kebangkitannya. Milan mempunyai squad lengkap untuk bisa mencapai kemenangan di setiap laga ke depannya. Lini tengah Milan sekarang adalah kekuatan yang sangat hebat. Nama-nama besar dengan skill yang mumpuni seperti Dinho, Kaka, Seedorf, Flamini, Ambrosini, Gattuso, dan Pirlo, adalah senjata Milan di lini tengah. Belum lagi Januari 2009 David Beckham dipinjam dari LA Galaxy, kita akan menantikan apakah Beckham mampu menjadi pemain Inggris yang sukses di sepak bola Italia? Barisan depan Milan pun tidak bisa dianggap remeh. Performa Pato, Inzaghi, Shevchenko, dan Boriello memang belum maksimal pada laga-laga sebelumnya, tetapi di beberapa pertandingan penampilan striker-striker Milan itu cukup merepotkan barisan pertahanan lawan.

Hal yang mesti dilakukan Milan yaitu menjaga konsistensi bermain selama 90 menit di lapangan. Artinya para pemain harus benar-benar konsentrasi pada pertandingan untuk meraih poin penuh. Strategi pelatih akan menentukan pola permainan, dan juga akan menentukan hasil akhir pertandingan. Carletto dituntut untuk bisa membawa anak-anak asuhnya bermain cantik, konsisten, dan meraih kemenangan pada setiap laga yang dihadapi Milan. Carletto pernah mengatakan bahwa timnya sering kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir, serta Milan sering mengalami kesulitan kala menghadapi tim-tim medioker. Tim-tim medioker memang sangat sulit dihadapi Milan, pasalnya tim-tim ini bermain sangat difensif dan mengandalkan serangan balik yang cepat. Lagi-lagi pelatih diharuskan dapat memperoleh strategi jitu agar dapat membuka pertahanan tim-tim yang bermain difensif, bukan saja tim medioker, tetapi tim-tim besar. Karena Milan harus dapat membuka peluang dan menciptakan gol lebih banyak untuk meraih kemenangan.

Sebagai Milanisti, saya tentunya menanggapi fenomena kebangkitan Milan ini dengan suka cita. Tapi, rasa takut pun muncul, seiring dengan permasalahan konsistensi tadi. Namun, Galliani pernah berujar bahwa target realistis Milan saat ini yaitu meraih Scudetto ke-18. Peluang Milan dalam hal ini memang bisa dikatakan mulus, karena tim-tim papan atas terpecah konsentrasinya ke Liga Champions. Meskipun Millan juga tidak meremehkan Piala UEFA, juara adalah target mutlak Milan di ajang ini. Jadi, dengan mempertahankan konsistensi bermain, strategi yang jitu dari Carletto dan permainan kerja sama di lapangan squad Milan, bukan hal tak mungkin Milan bisa meraih scudetto musim ini. Kita tunggu saja gebrakan Milan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s