Perbaikan Mentalitas

Kepakkan Sayapmu, Garuda!

Kembali lagi gelaran sepak bola terbesar di ASEAN digulir. Sudah saatnya tim Garuda mengepakkan sayapnya dan menunjukkan ketajamannya. Sudah tiga kali masuk final, tetapi hasilnya belum maksimal. Apa yang terjadi? Para pemain Indonesia bukanlah pemain yang bisa dianggap enteng, bukan pula pemain amatir. Apalagi di ASEAN, Indonesia merupakan salah satu tim the big four selain Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Memang sebagai seorang Indonesia, kadang kita selalu merasa miris melihat kondisi timnas Indonesia. Dihuni para pemain professional dan top player, tapi begitu sulit untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Jika kita berkaca pada gelaran Grand Royal Cup di Myanmar kemarin, terlihat bahwa skuad Indonesia masih memiliki banyak kelemahan. Bahkan kelemahan dari segi teknis yang sepatutnya tidak dilakukan pemain sekelas tim nasional.

Permasalahan di tim nasional bukanlah permasalahan teknis, skill pemain, atau pengalaman pemain. Tetapi lebih kepada permasalahan mentalitas bermain. Saat melawan Bangladesh di penyisihan Grand Royal Cup, Indonesia hanya bisa mencetak 2 gol. Melihat pemain Bangladesh tidak bermain terlalu bagus, bahkan cenderung biasa, seharusnya tim Merah Putih bias mencetak gol lebih banyak. Begitu pula saat melawan tuan rumah Myanmar yang notabene peringkatnya berada di bawah Indonesia. Bambang Pamungkas cs. tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya kalah 2-1.

Permasalahan mentalitas tim nasional Indonesia terletak pada kepercayaan diri yang telalu tinggi (overconfidence) yang akhirnya terlihat seolah-olah menganggap enteng. Dari 6 gelaran piala AFF sejak 1996 sampai 2006, praktis kekalahan yang dialami tim Merah Putih banyak disebabkan oleh faktor overconfidence tadi. Percaya diri bukan tidak boleh, malah itu hal yang positif, tetapi kepercayaan diri itu jangan sampai berbuah pada mental yang menganggap enteng.

Kecenderungan menganggap enteng lawan sering kali berbuah pada kehilangan konsentrasi bermain. Peningkatan konsentrasi ini yang harus lebih banyak dijadikan bahan latihan oleh Benny Dolo. Pemain timnas yang dibawa Bendol sekarang merupakan top star pemain Indonesia, kombinasi pemain berpengalaman dengan pemain muda cukup bagus. Namun, sayangnya faktor usia yang seringkali menyebabkan terbatasnya stamina bermain harus menjadi PR bagi pelatih agar dapat meminimalisasi hal tersebut.

Piala AFF 2008 ini harus menjadi pembuktian bahwa tim Garuda merupakan tim terbaik di ASEAN. Keuntungan bermain di Indonesia harus dimaksimalkan para pemain, supporter Indonesia pasti akan memberikan dukungan sepenuhnya. Hal positif ini yang harus menjadikan pemicu para laskar Garuda untuk bermain cantik, menarik, dan tentunya meraih kemenangan.

Dengan materi pemain yang ada, rasanya Indonesia patut masuk final dan meraih gelar juara. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan para pemain melawan mentalitas yang buruk ketika bermain. Mentalitas yang cenderung menganggap enteng, kehilangan konsentrasi, dan kurang bermain apik. Strategi Benny Dolo dalam memainkan dan memposisikan anak asuhannya dengan kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda juga menjadi kunci keberhasilan tim Garuda nantinya. Jadi, saatnya Garuda terbang dan membawa piala AFF.

Tulisan ini pernah dimuat pada Tabloid SOCCER edisi 24/IX tanggal 20 November 2008 dalam rubrik “Analisisku” dengan sedikit perubahan dan penyesuaian oleh redaksi. (judul dirubah menjadi “Kepakkan Sayapmu, Garuda!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s