Ekspetasi Dunia Terhadap Obama

Tanggal 20 Januari 2009 kemarin dunia mencatat sejarah baru, khususnya sejarah bagi Negara Adikuasa Amerika Serikat (AS). Presiden terpilih AS Barack Hussein Obama telah dilantik dan secara resmi menjadi presiden AS ke-44. Sebuah perhelatan yang sangat besar jika kita melihat dari banyaknya orang yang menghadiri acara tersebut. Jutaan orang hadir di Capital Hill hanya untuk menyaksiskan secara langsung pelantikan sang presiden.

Obama memang fenomenal. Sebagai presiden AS pertama dari ras kulit hitam, ras afro amerika, banyak orang yang berharap dia akan melakukan banyak perubahan pada AS khususnya dan pada dunia umumnya. Jika melihat perjalanan hidup Obama memang banyak kalangan yang menaruh harapan padanya. Obama yang lahir di Kenya, Afrika, kemudian pernah pula mengenyam pendidikan sekolah dasar di Indonesia, lalu kemudian sekarang menjadi presiden yang mencatat sejarah baru.

Di televisi begitu banyak acara yang membahas mengenai Obama sebagai presiden AS. Di mulai dari pertanyaan apakah Obama mampu merubah Amerika, apakah Obama mampu mengatasi krisis yang melanda AS sekarang, dan apakah Obama mampu menciptakan perdamaian? Banyak pihak berharap Obama bias memberikan apa yang mereka harapkan. Misalnya Negara Kenya, sebagai tempat kelahiran Obama, mereka berharap bahwa Obama bias membuat Kenya lebih baik, berharap kebaikan Obama pada tanah kelahirannya. Atau seperti Indonesia, di mana Obama pernah mengenyam pendidikan dasar di SD Menteng 01 Jakarta. Banyak orang Indonesia dan bahkan pemerintah berharap Obama akan memberikan perubahan di Indonesia.

Tidak ada yang salah dari harapan-harapan itu. Namun, ekspetasi itu lebih baik tidak terlalu berlebihan dan jangan terlalu bergantung pada Obama. Obama merupakan bagian dari system pemerintahan AS, yang mempunyai struktur dan pola-pola politik sendiri. Dengan kata lain, Obama tidak bias melakukan apa saja sesuai keinginannya tanpa melakukan perbincangan dengan anggota parlemen AS.

Yang menarik bagi saya yaitu selebrasi berlebihan dari Indonesia, khususnya SD Menteng 01 Jakarta. Mereka melakukan acara syukuran atau sebuah acara untuk merayakan pelantikan Obama. Wajar jika mereka bangga bahwa seorang presiden Amerika Serikat sekarang merupakan salah satu dari murid SD Menteng 01 Jakarta. Tapi, menurut hemat saya, kebanggaan itu terlalu dibesar-besarkan. Sebaiknya dilakukan dengan wajar tanpa ada acara perayaan segala dengan mengundang Dubes AS dan mengundang teman-teman seangkatan Obama dulu. Jujur saya juga bangga sebagai orang Indonesia bahwa ada seorang pemimpin dunia yang pernah memiliki historis dengan Indonesia.

Sekali lagi, ekspetasi dunia terhadap Obama baiknya tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu meyakini. Karena Obama merupakan presiden Amerika, sebelum memikirkan dunia luar, tentu dia akan lebih berkonsentrasi untuk memperbaiki AS terlebih dulu. Jadi, bersikap wajar dan realistis saja dalam menyikapi terpilihnya Obama menjadi presiden AS. Dan ingat perubahan itu terjadi karena diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s