Pelayanan ‘PELAYAN MASYARAKAT’

Pagi tadi berniat mengurus perpanjangan SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian alias surat kelakuan baik lah di polisi resort di kota saya yang tercinta. Datang agak siang sekitar jam 11.10, pas nyampe di sana alamat sial lupa belum foto copy kartu keluarga sama KTP. Walhasil mesti melenggang ke tempat foto copy, dan memfoto-copy-lah itu dua kelengkapan. Beres itu saya kembali ke tempat pengurusan SKCK, dan bapak Polisi yang bertugas itu mengatakan, isi dulu formulir pembuatan, ambil di koperasi (tempat foto copy tadi, -red.). Kembali lagi dah ambil itu formulir. Balik lagi buat ngisi formulir, sudah diisi, diserahin ke bapak Polisi tadi, diperiksa dan ada salah.. ya kalo dipikir-pikir itu kesalahan ga fatal-fatal amat, tapi yah namanya juga berhadapan dengan yang berwenang ya sudah dituruti saja.

Okeh, formulir SKCK sudah saya isi dengan lengkap dan sesuai denga permintaan. Mau diserahkan, alamat sial lagi, jam istirahat. Okelah terpaksa menunggu sampai jam istirahat selesai. Daripada nunggu ga jelas, dan sudah masuk waktu dhuhur, ya saya sholat dulu saja. Selesai sholat, kembali lagi ke tempat pengurusan SKCK. Bapak Polisi yang bertugas itu sudah ada di tempat, tapi ada di ruangannya dan berkutat dengan komputernya. Entah sedang memasukan database atau apa, saya tidak mengerti. Ya ditunggu bentar, tapi si Bapak yang terhormat itu tidak juga kembali ke tempat pengurusan. Tetap asik di depan komputernya. Selain saya, ada beberapa orang yang menunggu untuk menyerahkan formulir pembuatan SKCK itu. Hmm… dari jam 12.30 sampai jam 13.00 belum ada tanda-tanda si Bapak itu kembali ke tempat yang seharusnya. Bapak Polisi yang berada satu tempat dengan Bapak Polisi yang sedang saya tunggu menganjurkan untuk mengetuk saja ruangannya. Seorang Ibu mengetuk dan menghampiri untuk memastikan, tapi jawabannya tidak memberikan kejelasan. Menunggu lagi. Oke, jam 13.25 akhirnya Ibu tadi, saya dan beberapa orang yang sedang menunggu Bapak itu pun menghampiri ruangan Bapak itu. Bapak itu menjawab, “Nanti, ada bagiannya.” Karena emosi saya bilang, “Udah lama neh Pak!” Dengan enteng Bapak itu menjawan, “Saya juga sudah lama.” Hah? Maksud lo apaan yang lama? Emang lama daritadi nunggu hah. “Bukan cuma nungguin ini Pak urusan kita tuh!” Agak kesal saya melontarkan kata-kata itu. Sudah terlanjur kesal menunggu dari tadi tanpa kejelasan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Besok lagi saya urus. Semoga bukan Bapak itu lagi yang bertugas.

Maaf, tulisan ini hanya uneg-uneg saja tanpa bermaksud mendeskriditkan lembaga atau instansi. Intinya hal-hal sepertyi itulah yang membuat citra lembaga-lembaga negara di Indonesia menjadi kurang baik di mata masyarakat. Apalagi lembaga-lemabaga yang memiliki tagline sebagai pelayan masyarakat. Tulisan ini demi kebaikan kita bersama, semoga menjadi pertimbangan. Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s