Indonesia Baru

Masih terlarut dalam gempita kemenangan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas Indonesia), dan saya tidak akan menyebutkan tim PSSI, itu sudah basi dan harus segera direnovasi. Saya tergelitik untuk menulis ini, setelah tadi menonton berita di salah satu stasiun televisi berita di Indonesia. Setelah dua kemenangan besar Indonesia di ajang Piala AFF dengan membungkam negara tetangga -yang sering berseteru- Malaysia 5-1, dan mencukur habis timnas Laos dengan skor fantastis 6-0, timnas Indonesia kembali bergeliat dan kembali ramai diperbincangkan dan menjadi isu paling hangat seantero nusantara ini. Kerinduan masyarakat Indonesia terhadap kemenangan yang diraih timnas Indonesia memang sudah ditunggu-tunggu sudah sejak lama. Dan piala AFF 2010 ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali mengepakan sayap Garuda di ASEAN, kembali menyemayamkan julukan ‘macan Aia’ di persebakbolaan ASEAN khususnya, dan semoga dunia pada umumnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari hasil perubahan-perubahan yang memang sangat diperlukan timnas dari dulu. Kehadiran pelatih Alfred Riedl, pada awalnya sempat diragukan karena banyak pelatih asing yang menangani timnas tidak sebaik Peter White pada jamannya. Tetapi, melihat komposisi pemain yang dipanggil ke timnas olah Riedl, menimbulkan beberapa opini optimisme, apalagi saya. Saya percaya bahwa dengan mengandalkan kekuatan muda di timnas akan merubah pola permainan tim. Dan Riedl pun sejalan dengan pemikiran saya, dia memanggil hampir semua squad Garuda dengan pemain-pemain muda yang berprestasi. Kita bisa sebut ada nama Yongki, Arif Suyono, Ahmad Bustomi, M. Nasuha, Zulkifi, dan Oktovianus Mainani. Bahkan menjelang bergulirnya ajang AFF Cup 2010 ini Riedl memasukan dua pemain yang bisa dikatakan fenomenal, Christian ‘El Loco’ Gonzales dan Irfan Haryys Bachdim. Kedua pemain ini merupakan hasil perjuangan naturalisasi yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia sejak lama.

Pemain naturalisasi ini bukan tanpa polemik dalam pengambilan keputusan. Banyak pro dan kontra mengenai adanya pemain naturalisasi di tubuh timnas. Menurut saya, tidak ada salahnya memakai pemain naturalisasi, toh banyak juga negara-negara di eropa yang melakukannya, seperti Jerman yang memang banyak pemain naturalisasi di timnas-nya. Kenapa Gonzales dan Irfan? Pertanyaan yang mungkin banyak dilontarkan orang ketika ada nama kedua pemain ini. Gonzales merupakan pemain kelahiran Uruguay dan sudah sejak lama bermain di Liga Indonesia, kurang lebih selama hampir 7 tahun Gonzales bermain di Indonesia, dan hampir jarang pulang ke negara asalnya semenjak dia menikah dengan orang Indonesia, bahkan berpindah agama menjadi seorang muslim. Kewarganegaraan Indonesia El Loco pun didapat bukan tanpa perjuangan dan penantian yang panjang. El Loco dipilih menjadi pemain naturalisasi pertama di tubuh timnas Indonesia tak lain karena kemampuannya sebagai seorang striker tidak diragukan lagi. Empat musim berturut-turut dia selalu menjadi top skorer liga Indonesia. Dan secara hukum hampir 7 tahun tinggal di Indonesia membuatnya paling masuk akal untuk dilakukan naturalisasi.

Pemain naturalisasi kedua, Irfan Haryys Bachdim. Lebih dikenal orang dengan Irfan Bachdim. Irfan merupakan seorang keturunan Indonesia. Ayahnya asli orang Indonesia dan ibunya berkebangsaan Belanda. Irfan masih berusia 22 tahun dan merupakan seorang pebola di tanah kelahirannya Belanda. Dia bergabung dengan FC Utrecht sebelum akhirnya sekarang bergabung dengan Persema Malang pada kompetisi ISL 2010-2011. Irfan adalah fenomena baru di Indonesia, di tengah isu-isu naturalisasi nama dia sering muncul sebagai kandidat. Irfan memang memiliki hasrat yang tinggi untuk bisa bermain di Indonesia dan menjadi pemain timnas Indonesia. Dia pernah melakukan uji coba di Persib dan Persija pada musim lalu, walaupun kedua klub tersebut tidak memanggilnya. Mungkin sekarang kedua klub itu menyesal, dan Persema-lah yang akan berbangga. Irfan kemudian menjadi salah satu pemain naturalisasi pertama bersama Gonzales dalam sejarah timnas. Irfan bisa menjadi bagian timnas karena dia merupakan keturunan Indonesia dan memiliki dua Passport, yaitu Belanda dan Indonesia ketika usianya 18 tahun, sehingga menurut hukum dia berhak menentukan pada siapa dia akan menjatuhkan pilihan untuk membela negara mana.

Dengan hadirnya pemain-pemain muda dan pemain naturalisasi -sebaiknya kita tetap sebut saja pemain Indonesia-, timnas Indonesia memiliki semangat baru dan memiliki gairah baru untuk merubah wajah persepakbolaan kita yang tahun-tahun lalu selalu terpuruk. Dua hasil laga awal di AFF CUP 2010 merupakan titik tolak kebangkitan timnas untuk terus maju dan mengoyak lawan-lawan yang ada. Timnas era baru ini memang telah membius seluruh masyarkat Indonesia. Mereka kembali mempunyai optimisme ketika menyaksikan timnas bertanding. Selain karena permainan timnas sekarang sudah membaik dan enak untuk ditonton, kehadiram pemain baru, khususnya Irfan Bachdim menjadi daya tarik tersendiri yang mengubah wajah persepakbolaan kita. Kita tahu beberapa tahun terakhir ini, kehadiran supporter wanita di lapangan hijau kian melonjak. Ditambah kehadiran Irfan yang masih muda, mempunyai fisik yang bagus dan paras yang rupawan, plus skill bola yang berkelas, membuat para kaum hawa semakin menggilai sepak bola. Mungkin pada awalnya memang karena alasan melihat pemain ganteng, tapi lama kelamaan mereka pasti akan menikmati sepak bola itu sendiri.

Inilah wajah timnas sepakbola Indonesia saat ini. Akan bangkit dan diharapkan terus konsisten dalam setiap pertandingan yang dihadapi, semakin solid, dan terus memenangi setiap pertandingan. Bukan hal yang mustahil jika Indonesia akan kembali merajai sepak bola ASEAN, bahkan Asia, atau seperti yang dicita-citakan kita semua, Indonesia bisa tampil di ajang bergengsi Piala Dunia. Cita-cita kita bersama, yang harus kita dukung terus demi kemajuan bangsa. Hidup TIMNAS INDONESIA!!! Maju terus GARUDA, kepakkan sayapmu. GARUDA DI DADAKU!!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s