Fenomena Bachdim

Kembali lagi saya tergelitik menulis ini setelah saya beradu argumen dengan sodara saya di facebook. Dalam status di akun facebook-nya, sodara saya mengatakan seperti ini:

woi jangan terlalu membesar2kan IRFAN BACHDIM….
ini INDONESIA…masih ada GONZALES,M.RIDWAN,OKTO, dan yang lainnya…
BERI PENGHARGAAN DAN DUKUNGAN BUAT MEREKA DAN YANG LAINNYA…
HANTEUM WEH IRFAN BACHDIM,IRFAN BACHDIM NU DIANGKAT TEH…!!!!
MEREKA AKAN MERASA, KERINGAT MEREKA TIDAK DIHARGAI……!!!!

Karena merasa tergelitik saya pun memberikan komentar, yaitu: Sebab Bachdim itu from Zero to Hero, sebenarnya media yang terlalu berlebihan. Membaca komentar saya itu, nampaknya sodara saya terheran dengan kata from Zero to Hero. Kenapa saya katakan from zero to hero? Irfan Bachdim, adakah anda pernha mendengar nama itu sebelum sekarang ini? Saya sudah lama mendengar nama dia di salah satu media olahraga mingguan yang memuat mengenai orang-orang keturunan Indonesia yang berprofesi sebagai pemain bola di luar negeri. Sejak saat itu, melihat profil dia di media itu kemudian mencari informasi di dunia maya, saya mengagumi pemain ini. Irfan adalah pemain keturunan Indonesia pertama yang saya tahu mempunyai hasrat yang tinggi untuk membela timnas Indonesia. Untuk mewujudkan itu, dia ingin bergabung dengan tim di Liga Indonesia, padahal di luar negeri, timnya termasuk salah satu tim di Liga utama Belanda saat itu, yaitu FC Utrecth. Keinginannya bermain di Liga Indonesia ditunjukkan dengan mengikuti seleksi pemain yang dilakoninya bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta. Namun, sayang sekali kedua klub tersebut tidak mengajaknya bergabung dengan alasan yang tidak jelas. Ada yang menyebutkan permainannya tidak cocok di Indonesia.

Di tengah isu naturalisasi pemain yang akan dilakukan oleh Indonesia, kembali nama Irfan Bachdim disebut. Dia sempat akan membela timnas Indonesia U-23 di ajang Piala Asia di Qatar, tapi tidak jadi karena mengalami cedera. Hasrat yang besar untuk bermain di Indonesia dan membela timnas, akhirnya terwujud ketika Persema Malang mengontraknya setelah melihat permainanya di laga amal Garuda Merah vs Garuda Putih di Surabaya. Bersama Christian Gonzales, Irfan akhirnya menjadi pemain naturalisasi pertama di tubuh timnas Indonesia. Secara tidak langsung hal ini membawa perubahan pada timnas Indonesia. Di sinilah awal kenapa dia menjadi zero to hero.

Perubahan timnas yang dilakukan coach Alfred Riedl dengan memanggil nama-nama baru dengan usia yang muda, bagi saya menimbulkan optimisme yang tinggi. Karena dari sejak kegagalan timnas di beberapa ajang lalu, jelas yang dibutuhkan timnas adalah penyegaran. Riedl memahami betul kebutuhan ini sehingga berani memanggil pemain-pemain muda Indonesia seperti Yongki, Bustomi, Okto, Arif, Kurnia Mega, Nasuha, Ridwan, Wahyudi, bahkan Zulkifi. Isu naturalisasi pun diamini oleh Riedl, dua pemain yang sangat tepat dimasukan ke dalam squad yaitu Gonzales dan Irfan. Gonzales, untuk penggemar sepak bola Indonesia nama ini tentu sudah tak asing lagi, top skorer liga Indonesia 4 kali berturut-turut.

Pada dua laga awal di ajang Piala AFF 2010, timnas tampil meyakinkan dengan membantai kedua lawannya Malaysia (5-1) dan Laos (6-0). Irfan Bachdim memberikan kontribusi dengan mencetak masing-masing 1 gol pada dua pertandingan tersebut. Kemudian berita kemenangan besar ini pun menjadi euporia di media massa dengan tag line yang hampir sama, yaitu kemunculan Irfan Bachdim memenangkan timnas. Dan akhirnya di tv, di koran, bahkan di internet, selalu muncul nama IRFAN BACHDIM. Banyak yang membicarakannya, hingga Bachdim menjadi idola baru, terutama kaum hawa. Hal inilah yang membuat beberapa orang menjadi geram. Media terlalu membesar-besarkan nama Irfan sebagai tokoh utama kebangkitan timnas. Ini yang mesti segera diluruskan, jika tidak banyak orang yang nantinya menjadi salah dan akhirnya menyudutkan Irfan, bahkan seolah-olah Irfan menjadi sebuah kesalahan.

Setelah pertandingan Indonesia v Thailand kemarin, dimana Irfan kurang bermain maksimal, menurut saya karena supply bola yang dia terima kurang dari lini tengah, sodara saya kembali meng-update status di akun facebook-nya:

bangga dengan kemenangan TIMNAS INDONESIA……!!!!
MAAF BUKAN BANGGA DENGAN IRFAN BACHDIM,,,,,,!!!
BUKA MATA BUKA TELINGA….INI KEMENANGAN INDONESIA….!!!!!!!!!

Status itu jelas menunjukkan adanya ketidak-sukaan dengan adanya Irfan di timnas. Padahal adanya Irfan dan Gonzales sebagai pemain naturalisasi merupakan hal positif untuk timnas. Pemain-pemain asli Indonesia tentunya akan mempunyai semangat lebih untuk berlatih, mengembangkan kemampuan agar dapat membuktikan bahwa pemain asli Indonesia pun bisa menjadi pemain yang hebat, dan itu sudah dibuktikan pada tiga pertandingan awal di Piala AFF 2010 ini. Anak-anak muda Indonesia yang ada di timnas benar-benar memberikan perubahan pada wajah sepak bola Indonesia. Timnas tidak lagi loyo, tidak lagi kehilangan fokus dalam bertanding, dan tidak memainkan sepak bola monoton lagi.

Kembali ke fenomena Irfan dan adanya kontroversi seperti yang ada di dua status sodara saya, Irfan tidak datang ke Indonesia hanya dengan bermodal warga keturunan dan wajah yang indo, tapi dia punya skill yang sudah diasah sejak kecil di akademi Ajax. Kita tahu bahwa akademi Ajax adalah tempat dimana pemain-pemain bagus dilahirkan. Jadi, mengenai pemberitaan Irfan Bachdim yang dilakukan media yang terlalu berlebihan, sebaiknya dihentikan karena akan menimbulkan efek negatif terhadap pemain lain yang merasa tidak dihargai, terhadap supporter yang akan menimbulkan mosi tidak suka kepada Irfan.

Buat saya, demi kemajuan timnas Indonesia, perubahan-perubahan yang baik harus terus dilakukan. Maju terus GARUDA!!!

Advertisements

6 thoughts on “Fenomena Bachdim

  1. g nyangka… tulisanmuh baguz… hehe…
    bcanda…
    ih ndraa backgroundx putih jd g klyatan… td ajah nia mo comment susahx minta ampun… brapah kali mah…
    iyah.. tapi g bs nyalahin media jg… toh media jg cmn menjalankan tugaz mencari baerita yg lagih hangat dan ntu jg bermanfaat bagi bachdimx jg… dia jd lebih dkenal sm masyarakat… mo gmanah jg mo dia g d berlebihin m madia pandangan masyrakat pasti da ajah yg kaya gituh he…

    Like

    • ntar ak ganti lg temanya…

      ya karena jadi bachdim yang lebih terkenal dari pemain lainnya… itu yg bikin ga baiknya nai,, ntar malah jadi ada kecemburuan, malah repot…

      Like

  2. Niceeeee……. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ g nyangka nda… haha
    comment nda… ginih… “setidax orang2 slain irfan bachdim jd lebih smngt buat kaya dy, yg namax slalu dsebut2…” hehe

    Like

    • apa yg ga nyangka???

      emg itu inti tulisan ak nai… Bachdim itu emang fenomena, dan dia punya skill, sayang karena pemberitaan media yang berlebihan, membuat sebagian masyarkat jadi memandang sebelah mata sama Bachdim

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s