Sukuisme

Sukuisme. Ada yang pernah dengar kata itu? Sebagian dari kita pasti tahu kata itu, karena pernah diajarkan di mata pelajaran PPKn (pendidikan pancasila dan kewarganegaraan). Kalau saya tidak salah itu diajarkan waktu kita di sekolah menengah pertama alias SMP. Ada yang paham dengan maksudnya??? Menurut KBBI alias kamus besar bahasa Indonesia, Sukuisme adalah paham atau praktik yang mementingkan suku bangsa sendiri. Kalau tidak salah pada PPKn dijabarkan lagi, sukuisme diartikan sebagai paham yang mementingkan suku bangsa sendiri dan merendahkan suku bangsa yang lain. (CMIIW)

Kenapa saya membahas sukuisme??? Kita tentunya sadar dan mengakui kita hidup di negara kepulauan yang terdiri dari pelbagai pulau, berbagai macam suku bangsa, berbagai macam adat, dan juga berbagai macam sifat orang. Disinilah letak keindahan Indonesia, sebenarnya, jika saja orang-orang memahami betul artinya persatuan dan kesatuan. Saya sudah sangat sering berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dengan saya, termasuk berbeda suku, beda agama, beda sifat, bahkan berbeda negara. Satu hal yang saya temui bahwa paham sukuisme itu masih melekat di masyarakat Indonesia, baik disadari atau tidak oleh masyarakat itu sendiri.

Saya tidak bermaksud SARA di sini, tapi hanya sekadar menyampaikan opini yang saya alami sendiri. Saya saat ini merupakan seorang perantau menyebrang dari tempat asal saya di pulau Jawa ke pulau Sumatera. Dan ini pertama kali saya menginjakkan kaki di luar pulau Jawa. Tetapi, berinteraksi dengan orang Sumatera bukan hal baru bagi saya. Hal yang saya dapatkan selama kurang lebih 9 bulan ada di sini, sukuisme masih melekat di masyarakat sini. Walaupun di daerah ini sudah banyak pendatang-pendatang dari berbagai suku, tapi aroma sukuisme sangat terasa dan kental. Mungkin peribahasa dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung yang mereka terapkan. Dalam arti seseorang yang datang ke tempat asal mereka, ya mesti mengikuti adatnya. OK, saya setuju itu, tapi dimana letak rasa tenggang rasa dan menghormati orang lain, menghormati suku lain, dan dimana letak rasa persatuan dan kesatuan.

Orang-orang di sini sangat sering menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Ini tidak akan menjadi masalah buat saya, kalau mereka berkomunikasi dengan bahasa daerahnya jika forum yang ada di sana adalah orang-orang yang benar-benar dari daerah asal mereka. Bayangkan, anda berada pada suatu kumpulan orang-orang banyak, mereka saling bercerita, tapi anda hanya bisa diam melongo. Karena bahasa yang digunakan tidak anda mengerti, padahal mereka menyadari anda ada di sana. Apa sulitnya jika kita tahu ada orang lain yang berbeda dengan kita dan sedang berkumpul dengan kita dalam satu forum, kita gunakan bahasa universal di negara kita, bahasa Indonesia? Faktor kebiasaan, itu alasannya. Saya rasa sikap tenggang rasa yang hilang, tenggang rasa untuk menghormati orang yang berbeda dengan kita yang sudah tidak ada lagi.

Itu baru satu. Ada lagi, saya di pulau Sumatera, tapi saya tidak sendiri. Ada banyak orang yang berasal dari satu pulau dengan saya, ingat satu PULAU. Dan satu hal lagi yang mesti ditekankan, saya dan mereka datang sama-sama berbarengan ke pulau ini. Masalahnya, hmm… Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk berkumpul dengan sesamanya. Maksudnya mereka lebih senang berkumpul dengan orang-orang yang satu suku dengan mereka. Kembali lagi sukuisme terjadi, dan lagi-lagi karena faktor kesamaan bahasa dan kesamaan budaya. Tapi, bukan saya membanggakan atau membenarkan suku saya, ini fakta yang saya lihat dan saya rasakan di sini. Orang-orang yang sama daerahnya dengan sama lebih bisa membaur dengan siapa pun dan tidak membedakan suku, serta menghargai orang lain yang berbeda suku jika sedang dalam satu forum.

Saya sedikit kecewa dengan keadaan ini, tapi yang saya bisa lakukan hanya melakukan apa yang menurut saya benar, yaitu selalu menghargai orang-orang yang berbeda dengan saya, tidak memilah-milah, menjaga silaturahmi (tidak masalah orang lain tidak mau bersilaturahmi dengan saya, saya tidak memaksa). Mungkin anda ada yang tidak setuju dengan tulisan saya, dan menganggap saya sara, silakan memberikan komentar yang membangun.

Advertisements

5 thoughts on “Sukuisme

  1. bener bgt… Mereka sadar betul ada org yg tdk sesuku dgn mereke,,, tp mereka asik aja tuh ngbrol dg bahasanya,,, artinya mereka cm mau ngobrol sm sukunya ajaa, yg ga ngerti ga dipikirin sm mereka… Padahall dlm agama sdh dijelaskan, kita smua diminta mnghilangkan rasa sukuisme, krn hal itu yg menyebabkan negara susah maju…

    Like

    • 😀 ya kadang itu susah dihilangkan. Tapi, kalo org yg menjunjung persatuan dan kesatuan pasti mengesampingkan itu.

      Like

    • Dmana masbro?? Ya, di Indonesia msh blum bsa menyisihkan msalah sukuisme ini. Bukan tidak baik menjunjung suku sendiri, tp jika dlam forum yg lingkup lbih luas, kesukuan itu hrus dihilangkan, untuk sling menghargai dan menghormati. Btul kan?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s