Teman Yang Sanggup Mengerti

Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelap

Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah
Kau Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Tahu lirik lagu apa itu? Buat para Oi dan penggemar Iwan Fals lainnya pasti tahu lagu itu. Lagu Belum Ada Judul dari album Iwan Fals dengan judul yang sama, diproduksi sekitar tahun 1992. Lagu ini yang akhir-akhir ini sering saya dengar, entah kenapa begitu enak ditelinga. Musiknya yang sederhana dengan hanya memakai dentingan gitar akustik serta tiupan harmonika yang membuat lagu ini begitu syahdu di telinga. Dengarkan liriknya, resapi setiap kata-katanya, sangat indah. Ciri khas Iwan Fals begitu kental pada lirik di lagu ini, romantis, puitis, lugas, dan tentunya sarat makna.

Yang saya tangkap dari lirik lagu ini, ini tentang persahabatan. Sesuatu yang saya sendiri belum mengerti apa memang ada seorang sahabat itu. Sahabat? Jika pertanyaan itu muncul akan ada jawaban bahwa sahabat adalah orang yang mengingatkanmu ketika kamu berbuat salah, orang yang selalu ada jika kamu butuhkan, yang selalu menemani kamu dikala senang dan sedih. Sesempurna itukah seorang sahabat? Adakah diantara kalian yang merasakan hal itu? Mungkin ada, mungkin tidak. Buat kamu yang memang merasa memiliki sahabat yang kamu artikan seperti itu, bersyukurlah dan jaga persahabatan itu. Sesungguhnya mencari seorang sahabat itu tidak gampang. Jarang ada orang yang dengan setia akan mendengarkan ceritamu, bahkan ketika ceritamu itu sama sekali tidak menarik. Jarang ada orang yang merelakan waktunya untuk menemanimu, bahkan ketika mereka pun tidak ada hal lain yang harus dilakukan. Jarang ada orang yang benar-benar bisa mengerti kamu.

Sahabat buat saya??? Saya sendiri apa saya punya sahabat? Atau ada orang yang menganggap saya sahabatnya? Mungkin yang banyak saya miliki adalah TEMAN. Ya, teman seperjuangan. Mereka yang berada di satu tempat yang sama dengan tujuan yang sama, atau dengan tujuan yang berbeda, tapi dengan arah yang sama. Selama ini saya memiliki teman-teman yang dekat, di SMP, di SMA, di Kampus. Saat kita di tempat yang sama itu, kedekatan terjalin begitu solid, karena kita sama-sama berada di satu tempat, dan dengan intensitas pertemuan yang hampir setiap hari. Saat kita terpisah? Kemungkinan kedekatan itu perlahan memudar adalah hampir 90%.

Cukup lama aku jalan sendiri, tanpa teman yang sanggup mengerti. Lirik ini yang begitu mengena di-saya. Teman yang sanggup mengerti, itu yang saya butuhkan selama ini. Selama saya terpisah dari ‘sahabat-sahabat’ saya yang dulu. Yang dulu begitu dekat, sekarang terasa jauh. Memang jauh dalam arti sebenarnya, bahkan kecanggihan teknologi seperti tak mampu mendekatkan ‘kejauhan’ itu. Teman yang sanggup mengerti, yang mempunyai pikiran yang sejalan dengan saya, seperti ‘sahabat-sahabat’ saya yang dulu. Yang menjalani kesenangan bersama-sama, kesusahan bersama-sama. ‘Sahabat-sahabat’ saya yang dulu, yang mampu membuat tawa terpecah, bahkan ketika lawakannya garing, yang bisa membuat suasana tidak pernah ada kata SEPI.

Advertisements

2 thoughts on “Teman Yang Sanggup Mengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s