BOBOTOH BELEGUG (Jadilah Supporter Yang Dewasa)

Sepak bola. Siapa yang ga kenal sama olahraga itu, olahraga yang dimainkan hampir di seluruh penjuru dunia (ga tau di kutub utara dimaenin ga ya???). Olahraga merakyat yang siapa aja bisa dan boleh memainkannya. Artinya sepak bola tidak untuk kalangan tertentu, asal ada bola, ada lapangan, udah deh tinggal gocek sana gocek sini, bikin GOOOOOL!!!! Dan saya rasa hampir semua juga orang dan terutama yang berkelamin laki-laki menyukai olahraga sepak bola. Meskipun sekarang banyak juga kaum wanita yang menyukainya bahkan memainkannya. Ya begitu besar kecintaan orang terhadap sepak bola, baik hobi bermain bola secara langsung, menonton pertandingan, atau memainkan permainan sepak bola di video game. Orang yang menyukai sepak bola dan mendukung sebuah tim sepak bola sering disebut fans atau supporter.

Kali ini saya bicara supporter. Ya, tertarik dengan beberapa kejadian, di Indonesia khususnya, mengenai pecinta sepak bola itu a.k.a supporter terutama semenjak adanya Piala AFF 2010 kemarin. Kejadian apa yang menarik? Sebelum perhelatan Piala AFF 2010, mungkin supporter Indonesia hanya itu-itu saja, artinya jika kapasitas stadion GBK itu kurang lebih 80.000 orang, mungkin supporter yang datang ke GBK hanya sekitar 79.000 orang (ini bukan statistik, tapi analogi saya :p), bisa disimpulkan sendiri kan? Tapi, ketika  ketika di pertandingan awal Indonesia berhasil membantai musuh paling dibenci (rasanya begitu), Malaysia, animo masyarakat untuk menonton pertandingan dan mendukung timnas semakin tinggi, bahkan sampai luar stadion GBK pun penuh sehingga harus menyediakan tiga layar lebar di luar stadion.

Terus menerus menang di laga penyisihan sampai semi final, semakin banyak pula orang Indonesia yang menjadi supporter timnas. Tapi, ketika di babak final leg 1 timnas Indonesia kalah oleh musuh bebuyutan lagi -Malaysia-, disinilah terlihat mana supporter yang sejati dan supporter yang kacangan. Tau mana yang supporter kacangan??? Mereka yang berteriak, “Garuda Di Dadaku!!! Indonesia Menang!!! Hebat, Fantastis, Keren!!!” dll, hanya ketika timnas MENANG. Ketika timnas KALAH, supporter kacangan akan berteriak, “Ah, payah gitu aja kalah!”, “Wah pemain  itu mesti dicoret dari tim.” atau “Alah masa nendang bola aja ga becus”, dan seabrek sumpah serapah keluar dari mulut si kacangan itu. Beda sama supporter yang sejati, biarpun menang atau kalah, dia akan selalu berteriak: “INDONESIA HEBAT, GARUDA DI DADAKU!!!” Meskipun jika kalah, secara normal pasti kecewa, tapi supporter sejati tidak akan menghujat tim yang dicintainya.

Itu contoh kasus di timnas. Supporter belum bisa berpikir dewasa, hanya mendukung tim ketika timnya menang. Ketika kalah, dihujat habis-habisan. Kasus di klub pun sama, ya tidak usah jauh-jauh, BOBOTOH. Orang Indonesia yang cinta sepak bola pasti tau istilah itu. Bobotoh adalah sebutan untuk supporter fanatik dari klub PERSIB BANDUNG. Ya, ini klub kesayangan saya, karena saya orang sunda. Tidak jauh dengan supporter timnas yang kacangan, bobotoh pun ada yang kacangan, banyak malahan. Mungkin saya sebut saja bobotoh belegug (bobotoh bodoh). Yang dilakuin sama, ketika Persib Menang dipuja-puja, tapi ketika Persib kalah dihujat habis-habisan dari pemain sampai officialnya. Sungguh tidak dewasa bukan???

Ingat bobotoh, jadi ingat kejadian kemarin ketika Persib bertanding melawan Arema di Stadion Siliwangim Bandung. Awalnya laga berjalan menarik dan supporter pun adem ayem. Ya, paling sekadar meneriakan yel-yel dan bernyanyi untuk mendukung Persib. smpai di babak kedua, kalo ga salah di menit 60 atau 70an, akhirnya gol tercipta untuk keunggulan Arema. Sebagai bobotoh, saya oge pasti kesel. Tapi, dipikir-pikir masih ada waktu untuk membalas. Tapi, insiden terjadi ketika pemain Arema M. Riduan (bener ga nulisna???) melakukan pelanggaran terhadap pemain Persib Wildansyah. Sempat terjadi protes dari pemain Persib terhadap wasit karena ketika Wildan tergeletak wasit membiarkan begitu saja. Protes dilakukan dan wasit berunding dengan asisten wasit I, akhirnya keputusan dengan memberikan kartu merah pada M. Riduan (pemain Singapore, nulisnya bener ga sih???).

Sebenarnya Riduan (ah takut salah neh nulisnya?), menerima keputusan wasit dan meninggalkan lapangan walaupun dengan muka yang kecewa. Tapi, ketika dia berjalan terlihat terjadi pelemparan terhadap dia oleh bobotoh. Dari sini terjadilah kericuhan, ada oknum bobotoh yang melakukan hal TIDAK TERPUJI. Melakukan pelemparan, dan membakar tempat duduk di stadion. Praktis pertandingan pun dihentikan, dan tentunya hal ini sangat merugikan bagi PERSIB. Disaat tim tertinggal dan sisa waktu masih banyak untuk bisa menyamakan kedudukan atau memenangkan pertandingan, malah pertandingan diputuskan tidak dilanjutkan karena ulah BODOH para BOBOTOH BELEGUG!!! Persib akhirnya dipastikan kalah 1-0 dari Arema (kalo ga salah keputusannya gitu, ga ada pertandingan lanjutan)

Geram melihat itu, betapa bodohnya para supporter itu. Melakukan hal-hal yang tidak penting hingga akhirnya merugikan tim-nya sendiri. Saya yakin BOBOTOH BELEGUG itu adalah bobotoh yang masih usia remaja antara SMP atau SMA, atau paling tidak bobotoh yang cuma ikut datang ke stadion tanpa mengerti sepak bola. Sedih melihat kelakuan supporter di Indonesia ini. Fanatisme terhadap tim kesayangan boleh, saling mengunggulkan tim sendiri dan mengejek tim lain itu wajar, tapi jangan sampai melakukan hal-hal bodoh yang anarkis. Bakar-bakaran di stadion, ledakin petasan, atau bahkan mukulin supporter tim lain. Menurut saya itu cuma sikap seorang PECUNDANG.

Mulai sekarang, buat kalian yang mengaku CINTA sepak bola, mengaku supporter, mengaku fans, mulailah menjadi supporter yang dewasa, supporter yang baik. Mau tau supporter yang dewasa kayak apa? Supporter yang dewasa itu…

  1. Mendukung tim kesayangannya sepenuh hati, baik menang atau pun kalah.
  2. Kalo pun tim-nya kalah, tidak pernah menghujat dan mencaci maki tim-nya sendiri.
  3. Tidak pernah melakukan hal-hal bodoh yang merugikan tim-nya sendiri seperti melakukan pelemparan ke lapangan, melakukan pembakaran di stadion, membuat kerusuhan di dalam stadion dan di luar stadion.

Pada intinya SUPPORTER YANG DEWASA adalah supporter yang menjunjung tinggi nilai sportifitas yang merupakan esensi dari olahraga itu sendiri. Jadi, mulailah untuk menjadi supporter yang dewasa saat ini juga. Kalah atau menang tidak masalah, karena menjadi supporter itu karena cinta. Menang itu hasil kerja keras, kalah itu merupakan pelajaran. Ayo maju sepak bola Indonesia!!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s