Soal Surat Terbuka Putri Nurdin

Sudah ada yang baca itu surat sakti? Kalo ada yang belum baca bisa buka di sumbernya sini… Dan bacalah dengan seksama isi surat sang putri ketua PSSI yang ga becus jadi ketua itu. Isinya ya layaknya seorang anak membangga-banggakan orang tuanya, sesuatu hal yang wajar. Anak yang membela bapaknya, sesuatu yang wajar, kalo memang bapaknya bener. Tapi, Nurdin, wah seantero Indonesia dari Sabang sampai Merauke pun pasti udah tahu, Nurdin is the number one enemy of Indonesia. Terutama bagi para pecinta sepak bola, Nurdin adalah GodFather yang mesti segera digulingkan jika sepak bola nasional ingin lebih maju dan lebih berprestasi lagi.

Membaca surat itu, lebih banyak kesan kesombongan yang diungkapkan putri NH itu. Ini salah satu penggalan yang menurut saya begitu sombong:

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar  menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.

Ngapain coba ngabahas pernikahan yang biayanya ampe 5 milyar? Mau pamer??? Ga penting juga kan mau nikah sampe milyaran rupiah, karena hal itu buat saya ga mencerminkan kehebatan seseorang. Terus kalo banyak pejabat yang datang emang hebat ya? Ga juga ah, pejabat itu kan kalo di undang dan waktunya ada pasti datang, itu namanya politik pencitraan mbak.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel  Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.

Nah, coba perhatikan penggalan yang diatas. Tidak serakah kekuasaan, tidak mencari kekuasaan di PSSI. Kalo emang gitu kenapa NH ga mundur dari jabatannya ditengah banyak jutaan supporter Indonesia meneriakan NURDIN TURUN. Ketika PSSI dibawah kepemimpinannya tidak juga menghasilkan prestasi yang bisa dibanggakan? Kalo alesannya ada cara-caranya, ada demokrasinya, loh dia apa ga ngerti makna demokrasi itu. Demokrasi itu, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Nah kalo rakyat aja udah ga mau NH terus menjabat jadi ketum PSSI, kenapa dia tetep maksa pengen jadi ketua. Sampai hasil verifikasi yang aneh pada kongres PSSI tahun 2011 ini, masa seorang mantan narapidana kasus korupsi dan telah terbukti bersalah, bisa lolos dalam verifikasi pencalonan ketua umum PSSI. Aturan FIFA aja udah jelas bilang kalo ketua federasi sepak bola tidak boleh orang yang terbukti bersalah terkena kasus kriminal. NH udah jelas-jelas mantan NAPI bisa lolos, sedangkan George dan Arifin yang tidak ada record hukum tidak lolos. Ada apa ini?

Emang lucu kalo baca surat terbuka putri NH itu. Ya banyak tanggapan yang lucu dari komentar-komentar di postingan itu. Surat terbuka ini pun belum jelas, apakah benar-benar buatan putri NH, atau seseorang yang telah menulis ini dengan tujuan menyindir, atau biasa disebut satire. Apa pun itu, sebagai seorang warga Indonesia yang mencintai sepak bola, dan menginginkan kemajuan sepak bola Indonesia, saya dengan tegas akan terus mengumandangkan NURDIN TURUN!!! Indonesian soccer will go better if no Nurdin and his team inside. Maju Sepak Bola Indonesia, TURUNKAN NURDIN SEKARANG JUGA!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s