PSSI oh PSSI

Headline di berita sekarang yaitu KISRUH PSSI. Yang hobi sepak bola dan mencintai sepak bola Indonesia mungkin mengikuti berita-berita terkini tentang PSSI ini. PSSI alias Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang notabene merupakan aosiasi persepakbolaan Indonesia. Ya merupakan organisasi yang berkecimpung dalam dunia sepak bola, khususnya dari Indonesia yang sejatinya mempunyai tujuan untuk membangun persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik, lebih maju, dan tentu hasil akhirnya tidak lain adalah PRESTASI. Akhir-akhir ini mungkin kita sering mendengar kabar berita yang menyebutkan telah terjadi aksi massa di mana-mana di seluruh Indonesia oleh para supporter dan pecinta sepak bola Indonesia yang berisi tuntutan untuk melakukan Revolusi PSSI dan yang lebih keras terdengar adalah TURUNKAN NURDIN HALID.

Kenapa harus ada Revolusi PSSI? Demo yang dilakukan besar-besaran oleh supporter dari seluruh daerah ini merupakan puncak dari kekesalan para supporter terhadap PSSI terutama sejak dipimpin oleh Nurdin Halid (NH). Prestasi menjadi alasan utama demo itu ada, sejak tangguk kepemimpinan PSSI dipegang NH, sepak bola Indonesia tidak juga membaik, terlebih lagi bisa dikatakan menurun. Ya pertanyaan simple saja, adakah kita menjuarai kejuaraan??? Ouh, ada waktu Piala Kemerdekaan tahun 2008 lawan Libya, itu pun karena Libya melakukan walk out karena terjadi insiden ketika usai babak pertama (disini lengkapnya). Selain dari ‘hadiah’ piala kemerdekaan itu, praktis tidak ada label juara untuk timnas sepak bola Indonesia. Indonesia hanya mampu menjadi runner up di ajang piala AFF (dulu piala tiger). Asa pernah begitu besar datang ketika ajang piala AFF 2010, timnas begitu beringas melahap lawan-lawannya, tetapi di final Indonesia kembali hanya bisa menjadi runner up.

Jika mau diruntut dosa-dosa Nurdin, pernah ada tulisan yang mengemukakan 10 dosa NH dalam sepak bola, yaitu:

  1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.
  2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema, Persijap dan Petrokimia Putra, PSPS, Pelita Jaya, dan Deltras.
  3. Terindikasi terjadinya jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik (2003), Persebaya (2004), Persipura (2006), Persik (2006), Sriwijaya FC (2007), Persipura (2008/2009).
  4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni ntahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdin Halid di balik jeruji penjara).
  5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.
  6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.
  7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.
  8. Tak punya kekuatan untuk melobi Polisi sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.
  9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.
  10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.

(sumber)

Jelas jika kisruh PSSI yang sekarang ini titik awal kesalahan adalah NH. Demo supporter terjadi itu karena sudah direncanakan, setelah gagal di piala AFF 2010 kemarin. Ditambah dengan keputusan tim verifikasi kongres PSSI di Bali yang hanya meloloskan dua nama calon ketum yaitu Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Sedangkan nama George Toisuta dan Arifin Panigoro tidak lolos verifikasi dengan alasan bahwa kedua nama tersebut minim pengalaman di bidang sepak bola, dan atau kepengurusan PSSI. Tapi, munculnya nama NH dan NB merupakan tanda tanya besar. NH yang jelas-jelas merupakan mantan narapidana yang terbukti bersalah atas kasus korupsi pengadaan gula, kok bisa lolos verifikasi. Padahal aturan FIFA atau yang sering didewakan oleh PSSI dengan sebutan STATUTA FIFA Pasal 32 Ayat 4 yang menyebutkan “… they shall have already been active in football, must not have been previously found guilty of a criminal offense …(mereka yang telah aktif di sepak bola, serta tidak pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal).

Nah itulah alasan kenapa NH mesti menghentikan tingkahnya di PSSI. Sekarang masalah bertambah ketika kisruh PSSI yang berlarut mau tidak mau menyeret pemerintah untuk mengambil tindakan. Pemerintah mengambil tindakan karena melihat kondisi yang ada dimana demo terus-terusan berlangsung di seluruh kota di Indonesia. Berpusat di Jakarta, pendemo dari berbagai kota datang dan melakukan orasi, menuntut REVOLUSI PSSI dan MENUNTUT NURDIN untuk TURUN! Pemerintah dianggap mengintervensi PSSI yang akan berakibat Indonesia akan diberi sanksi oleh FIFA sehingga disinyalir Indonesia tidak bisa ikut di beberapa event yang diselenggarakan FIFA. Bahkan masalah intervensi ini sampai menjadi agenda sidang di komisi X DPR-RI.

Sejatinya saya dan mungkin semua pecinta sepak bola Indonesia, tidak peduli tentang aturan mana yang dipegang siapa, undang-undang mana yang dipegang siapa. Kami hanya peduli dan menginginkan perubahan. Dan perubahan paling awal yang diinginkan adalah NURDIN HALID TURUN DARI JABATAN SEBAGAI KETUA UMUM PSSI. Jangan pernah lagi mencampuri urusan sepak bola. Rubah wajah PSSI dengan wajah-wajah baru yang tidak menguntit NH. Supporter Indonesia hanya merindukan prestasi timnas, dan hal utama adalah melakukan perubahan PSSI. Setelah NURDIN TURUN dan PSSI berubah, supporter akan tenang. Dan segera diprogramkan rencana-rencana untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik. Menurut saya adalah perubahan klub-klub sepak bola di Indonesia yang masih menggunakan dana APBD harus segera dihentikan secepatnya, bukan menunggu dua atau tiga tahun lagi. LPI menjadi terobosan baru dalam hal ini, meskipun kehadirannya dinilai ilegal oleh PSSI.

Jadi, menurut saya ini hanya menunggu kedewasaan dan kepintaran NURDIN HALID dan kawan-kawan untuk segera MUNDUR dari PSSI. Toh, rakyat juga sudah muak dengan anda!!! Anda sudah tidak mempunyai kehormatan di mata kami!!!

Save Our Soccer…!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s