Terpaksa Jalur Alternatif (Jadi Orang Baik Itu Susah)

Ini kelanjutan dari unek-unek kemarin soal bayar pajak (baca disini). Setelah cari info di internet yang rasanya saya ga nemu aturan harus pake KTP daerah setempat kalo mau bayar pajak di satu daerah, kalo ada yang tau aturan tertulisnya kasih tau saya ya. Saya juga cari info lain ke teman di sini yang bayar pajak juga. Akhirnya, ya memang  harus jalur alternatif. Artinya saya harus pake pihak ke tiga alias perantara alias calo. Berbekal cerita temen kalo dia bayar pajak motor melalui finance atau tempat kreditan motornya, maka pagi ini pun saya pergi ke tempat kreditan motor saya dulu. Langsung saya tanya ke kasirnya dan ceritain kenapa saya bisa berada di tempat itu. Kasirnya itu pun menghubungi seseorang di telepon dan meminta saya menunggu karena yang di telepon sedang meeting. Okelah tunggu bentar.

Akhirnya orang yang ditelepon kasir itu datang juga. Laki-laki yang saya pikir dia sales marketing dari finance tersebut. Dia mengajak saya keluar kantor finance dan bicara di luar. Saya ceritakan lagi kepada dia kalo saya mau bayar pajak, tapi KTP saya bukan dari tempat ini. Saya bilang, “Bisa dibantu ga, bang?” Dia jawab bisa tapi ada biaya tambahan katanya. Saya tanya berapa dan dia jelasin, untuk urusan KTP-nya aja bisa Rp. 80.000 belum ngasih buat orang yang bantuinnya di samsat sana. “Jadi berapa kira-kira?” tanya saya. Pajak motor saya sekitar Rp. 195.000 plus Rp. 80.000 udah Rp. 275.000 belum uang pelicinya. Saya langsung tembak Rp. 350.000. Ya itu harga yang saya kasih buat si abang-abang itu. Dan akan selesai siang ini juga. Dan siangnya memang jadi, dan saya ngasih juga buat si abang uang rokok.

Mahal jadinya ya. Saya memang belum pernah kayak ginian, makanya ga tau harga pasaran buat jalur alternatif pajak ini. Bisa jadi saya kena bohong. Urusan pajak saya selesai, lebih mahal dari pajak yang seharusnya saya bayar. Saya sudah mau melakukan hal yang benar melalui jalur yang benar ternyata malah jadi ribet dan dihalangi. Padahal ya ini saya mau bayar pajak loh, eh samsatnya malah bilang ga bisa kalo ga KTP sini. Ini kayak saya mau beli bakso Jawa, tapi si abangnya bilang ga bisa kalo bukan orang Jawa.

Urusan pajak motor tahun ini beres. Masih ada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Apa saya harus bikin KTP Duri? Terus apa gunanya dong e-KTP yang KTP Nasional. Kalau pun saya bikin KTP Duri, hmm saya yakin prosesnya akan dibikin ribet juga. Ya, kita lihat saja. Di Indonesia ini jadi orang baik itu susah. Bahkan jadi orang baik bisa diputusin pacar dengan alasan: Kamu terlalu baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s