Asap…

ASAP. Ini bukan As Soon As Possible jargon dalam bahasa inggris yang artinya secepatnya. Ini memang benar-benar asap. Asap hasil dari pembakaran. Riau memang sudah sejak lama sering terjadi kabut asap di daerah ini. Hampir setiap tahun selalu ada kondisi di mana langit terutup kabut asap dan udara tercemar karenanya. Sudah hampir 4 tahun saya ada di Duri, Riau. Tahun 2013 dan tahun 2014 ini memang kondisi asap yang paling parah yang pernah saya alami. Kondisi asap ini sangat tidak bersahabat, karena asap dari hasil pembakaran ini membawa partikel-partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan. Sudah 2 bulan asap di Riau ini semakin parah.Kebakaran ini jelas ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Yang ingin membuka lahan untuk pertanian atau perkebunan dengan cara yang mudah dan murah. Yang untung mereka sendiri, yang rugi ribuan orang di Indonesia.

Indikator pencemaran udara sudah berada di atas 500 PSI (pollutant standard index) yang artinya sudah berada di level sangat tidak menyehatkan dan berbahaya. Bahkan sempat sampai di angka 1000 PSI. Langit pun menjadi berwarna kuning karena cahaya matahari terutup oleh kabut asap.

BipvqJOCIAATcwF

Di sosial media seperti twitter banyak sekali keluhan orang-orang yang berada di sini. Wajar karena mereka patut kesal. Banyak hal yang harus dilakukan, tetapi terkendala oleh adanya asap ini. Banyak sekolah diliburkan, ada pula kantor-kantor yang meliburkan pekerjanya. Sampai penerbangan pesawat pun terganggu dan bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru ditutup selama tiga hari sampai 15 Maret 2014. Banyak penerbangan dari dan ke Pekanbaru mengalami pembatalan. Hal ini menyebabkan kerugian sampai mencapai angka milyaran rupiah.

BilwWbuCYAA1kRR

Masyarakat geram, hal ini pun dipicu oleh kata-kata dari Gubernur Riau saat ini, Annas Maamun. “Macam mana lagi. Segala upaya sudah dikerahkan, tapi api tak padam-padam. Serahkan semua pada Allah Yang Maha Kuasa,” Kata-kata itu dinilai sebagai sikap pasrah Atuk Annas terhadap kondisi asap ini.  Jika pemimpin yang diharapkan rakyatnya saja sudah menyerah, apa yang bisa rakyat lakukan?

Banyak sekali kicauan di twitter mengenai kecemasan atas kondisi asap ini. Tidak sedikit juga yang menyampaikan itu ke twitter SBY. Tidak sia-sia, akhirnya SBY pun merespon melalui kicauannya di @SBYudhoyono. SBY menginstruksikan pihak terkait terutama Pemda Riau dan menteri untuk segera melakukan tindakan atas asap ini. Jika dalam 1-2 hari Pemda dan menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan diambil alih olehnya. Semoga saja upaya ini bisa mengatasi kondisi asap di Riau. Ke depannya hal yang perlu dilakukan adalah review kembali perusahaan atau pun perorangan yang memiliki ijin pengelolaan hutan atau kepemilikan hutan. Hal ini perlu ketegasan dari berbagai pihak yang berwenang. Jika tidak maka tetap saja kebakaran hutan seperti ini akan terus terjadi. Diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan atau apa pun di sekitar hutan yang rentan terjadi kebakaran.

Semoga asap ini cepat berlalu. Saya mau pulang!!!

#SAVERIAU #MELAWANASAP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s