Foto Tulisan Di Kertas

image

Pasti udah sering kan lihat model dua foto di atas itu. Lagi kekinian model foto itu sekarang, narsis pake kertas yang ada tulisannya, kayak di gambar paling atas. Awalnya sih kebanyakan sama orang-orang yang naik gunung. Foto bawa-bawa tulisan dengan berbagai macam ucapan. Saya sih ga keberatan ya sama foto model begini. Biasa, orang naik gunung, senang, mungkin mau pamer sama teman-temannya. Kirim salam lewat foto, lalu di-posting di media sosial. Posting di media sosial sadar ga sadar itu bentuk pamer.

Yang jadi masalah adalah kertas habis foto itu. Baca dibeberapa postingan, bisa gugling sendiri, banyak kertas bekas foto itu dibuang gitu saja di gunung. Saya percaya kalau mereka yang naik gunung sudah lama sekali dan bukan ikutan trend, pasti menjaga sekali alamnya. Para pendaki asli, pecinta alam ga akan melakukan hal senista itu. Naik gunung sekarang sudah jadi semacam trendy, belum gaul kalau belum naik gunung. Entah efek dari film 5 cm atau emang orang Indonesia latah saja ikut-ikutan. Yang saya tahu, karena saya kenal beberapa orang pecinta alam dan hobi naik gunung, mereka ga akan meninggalkan jejak sampah apa pun. Sampah yang mereka bawa dan mereka hasilkan di gunung bakal mereka bawa lagi ke bawah buat dibuang pada tempatnya.

Saya udah lama emang ga naik gunung. Ingin, cuma kesempatan belum ada. Kalau saya naik gunung pun pasti saya bakalan narsis, foto-foto di sana. Foto pake kertas, mungkin tidak. Foto pake kertas tulisan silakan saja, tapi ingat sampahnya dibawa lagi dan buang pada tempatnya.

Saking banyaknya sekarang postingan di media sosial foto-foto orang naik gunung pakai kertas, sekarang muncul foto serupa yang niatnya seolah menyindir atau mengingatkan. Lihat foto di atas bagian bawahnya. Ada foto tulisan kertas dengan background mimbar mesjid. Tulisannya kurang lebih gini: “Kalian yang udah mendaki gunung beribu-ribu mdpl. Dapat salam dari mesjid sebelah rumah. Udah sering sholat di sana?”

Niat yang bikin foto itu mungkin ngingetin jangan keseringan mendaki, tapi ke mesjid ga pernah. Sholat itu uruasan pribadi orang sama Tuhan. Kita sholat kan ga harus orang lain tahu. Kita mau sholat di mesjid juga kan ga mungkin kita foto-foto kayak naik gunung. Setahu saya sih itu udah masuk ke riya.  Sering atau engga juga orang lain ga perlu tahu, dan ga perlu kita ngasih tahu orang lain dengan posting juga di media sosial. Cukup Allah yang tahu saja soal ibadah kita. Saya berterima kasih juga sama yang bikin foto di mesjid itu, terima kasih sudah mengingatkan buat rajin ke mesjid, sholat di mesjid. Buat saya, segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah pribadi, ga perlu lah di posting di media sosial. Bahkan sekadar do’a pribadi kita. Menurut saya sih itu.

Okelah, jadi kapan nih yang mau ngajak saya mendaki? 😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s