Mana Tahaaaaaan

Mana Tahan adalah judul film pertama Warkop pada tahun 1979. Film yang mengisahkan tentang problematika anak kuliah dan anak perantauan di Jakarta. Film ini sangat sukses pada jamannya, ditambah pamor Warkop, yang waktu itu masih bernama Warkop Prambors, yang beranggotakan Dono, Kasino, Indro, dan Nanu sedang ngetop-ngetopnya.

Bukan karena sekarang lagi tayang Warkop DKI Reborn saya jadi ngebahas film warkop. Justru bukan tentang filmnya yang saya mau bahas. Di film Mana Tahan itu ada salah satu soundtrack lagu yang menggelitik nalar pikiran saya. Dengan judul yang sama Mana Tahan. Kalau anda penggemar Warkop sudah tidak perlu dijelaskan lagu yang mana dan seperti apa, tapi bagi yang baru tahu Warkop dan atau tidak familiar dengan lagu-lagunya bisa googling di youtube. Eh, searching di youtube. Karena saya baik, Saya kasih deh nih link youtube-nya Mana Tahan. Plus lirik lagunya kurang lebih seperti ini.

Mana mana tahan mana mana tahan lihat jaman sekarang

Pemuda pemudi berani pacaran di tengah jalan

Mana mana tahan mana mana tahan cara pakaiannya

Jikalau bergaya jikalau bergaya aduh seksinya

Lihat mana tahaaan

Kalau gadis-gadis sekarang pacaran maunya di jalan

Lihat pemuda yang tampan dia saling berkedip-kedipan

Mana tahan mana tahan lihat gadis jaman sekarang

Mana tahan mana tahan keadaan jaman sekarang

Lagu ini hadir di film tahun 1979, tapi makna pada liriknya masih relevan dengan kondisi di tahun 2016 ini. Bahkan bisa jadi lebih parah. Kita bisa cerna pada lirik itu kalau pada tahun 70-an pacaran di jalanan saja sudah disebut berani dan dianggap kurang beretika mungkin pada jaman itu. Mari kita bandingkan dengan jaman kekinian ini. Pacaran di jalan bahkan sudah menjadi lumrah dan biasa saja. Bukan sesuatu yang luar biasa sehingga bisa disebut berani. Bukan hanya di taman saja, bahkan di fly over di jalanan yang rame kendaraan. Belum lagi yang di semak-semak, eh.

mana-tahan-4mana-tahan-2

Jaman dulu bisa pegangan tangan pun bisa jadi sesuatu yang luar biasa, sekarang hal yang biasa saja. Lebih parahnya sambil rangkulan, pelukan di tempat umum. Jaman sekarang bukan saja hanya berani pacaran di jalanan, lebih berani lagi pacaran di kamar berduaan, atau berendam bersama di Jacuzzi, pelukan, ciuman, foto-foto, dibuat videonya, lalu disebarkan di media sosial untuk konsumsi publik.

mana-tahan-6mana-tahan-5

Jangankan di tahun 2016, jaman saya saja ada dua orang beda kelamin dalam satu kamar, orang sudah bisa menduga macam-macam. Apalagi kamarnya ditutup. Dan jika pelukan, ciuman saja mereka tidak malu untuk melakukannya di tempat umum bahkan sampai dipertontonkan untuk konsumsi publik, apa yang bisa dilakukan mereka di ruangan tertutup hanya berdua saja? Ditambah lagi sekarang ini, tidak hanya beda kelamin berada berduaan di kamar yang dicurigai, kelamin sejenis saja dicurigai sekarang mah.

Lirik selanjutnya yang menggelitik saya yaitu cara pakaiannya jikalau bergaya aduh seksinya. Tahun 70an image seksi itu seperti apa? Tahu yang namanya Eva Arnaz, itu sosok yang sering disebut sebagai artis bom seks tahun 70-an sampai 80-an. Gaya berpakaian di film-filmnya memang terbuka, apalagi film-filmnya kategori film panas yang vulgar pada waktu itu. Film vulgar jaman dulu laku dan tidak kena sensor, luar biasa. Sekarang mah kalau ada film macam itu lagi, belum tayang sudah rame didemo orang berkedok ormas mencari keuntungan.

mana-tahan-7

Kalau dilihat lagi di film Mana Tahan, gaya pakaian para pemain wanita bisa dibilang tertutup. Nyaris tidak ada yang terlalu terbuka. Rok pun sebatas lutut. Baju dengan model lengan potong alias yang keteknya keliatan. Itu pun bagian dada masih tertutup rapat. Yang disebut seksi pada jaman itu memang yang terbuka seperti Eva Arnaz itu. Atau yang terlalu mengekspos bagian paha dan dada.

Jaman sekarang. Kita terbiasa melihat pakaian u can see alias tanktop dengan rok mini di atas lutut berseliweran di tempat-tempat umum. Yang menonjolkan belahan dada perempuan pun tidak sedikit. Seksi memang tak melulu soal pakaian. Tapi, seksi di mata lelaki simple-nya ya terbuka. Paling tidak paha dan dada bisa terpampang jelas di mata lelaki, sudah bisa masuk kategori seksi. Ditambah dengan jaman media social saat ini. Tidak bisa dipungkiri, perempuan seksi bisa dengan mudah dilihat. Bisa di twitter, instagram, atau Bigo.

Poin saya adalah bahwa lagu tadi muncul tahun 1979 sudah menggambarkan tentang gaya pacaran yang buka-bukaan di public sampai gaya berpakaian yang seksi, dan sampai 37 tahun dari lagu itu ternyata kondisinya masih sama. Gaya pacaran yang buka-bukaan dan gaya berpakaian yang seksi. Perilaku orang dulu dengan yang sekarang tidak berbeda jauh. Bedanya sekarang lebih bebas lagi dan lebih terekpose. Lebih tidak ada rasa malu lagi untuk menunjukkan sesuatu yang sebenarnya masih dibilang vulgar dan tabu. Seandainya pun dulu ada internet dan media sosial yang mudah sekali untuk menjadi media berekspresi, mungkin kita bisa lihat Eva Arnaz live di Bigo memamerkan bulu keteknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s