Pulang

Sesosok pria dengan langkah gontai menyeret koper sambil kepalanya tertegun menghadap lantai.

Kakinya melangkah pergi bergerak melaju, pikirannya kosong jauh terbang meninggalkan raganya.

Dia tak menoleh ke belakang walau ada yang tertinggal. Bukan melupakan, hanya menguatkan diri.

Air mata tak deras mengalir bukan tak ingin menangis, hanya agar kuat orang yang dalam pelukannya.

Hatinya tersiksa, batinnya meronta, dia berteriak dalam diamnya. Anak lelakinya belum kembali.

Emmeril Kahn Mumtadz, pulanglah! Ayahmu menanti untuk memeluk dengan senyum.

3 Juni 2022

Published by Enda Igho

me... ABSURD... but responsible honest, and confidence Enda Febriana's Profile | Create Your Badge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: