Amarah

Yang tersisa kini amarah
Mulutku kasar bicara
Lakuku keras berulah
 
Teriakan caci
Umpatan maki
 
Yang tersisa kini amarah
Patahkan kupunya logika
Hancurkan rasa seketika
 
Caci dan maki
Lebih akrab menjadi
 
 
18 Agustus 2014

Kusapa Kamu

Aku menyapamu.
Memanggil nama dibalut rasa rindu.
Menggebu? Belum tentu.
Hanya saja nama itu bikin otakku penuh.
 
Aku menyapamu.
Di antara nama lain yang berkumpul.
Apakah itu pertanda satu?
 
Aku menyapamu.
Kau begitu mengganggu.
Dalam sadar dan lelapku.
 
Aku menyapamu.
Kemarilah kalau kau mau.
 
 
18 Juli 2014