Mercato AC Milan 2021

Musim baru liga Italia Serie A 2021 memang belum dimulai, dalam jeda kompetisi ini selalu dimanfaatkan oleh klub-klub di semua liga untuk berburu pemain, tak terkecuali dengan AC Milan. Istilah mercato sudah lekat sekali dengan penikmat sepak bola, padanan lainnya yaitu transfer market. Perburuan pemain oleh klub sepak bola memang selalu menarik, tidak sedikit banyak drama di dalamnya. Apalagi dengan klub sepak bola yang saya cintai, AC Milan. Dalam beberapa tahun terakhir memang saya tidak terlalu mengikuti mercato AC Milan, terutama jika masih sebatas isu dan rumor karena selalu berujung kekecewaan. Pemain yang digadang-gadang akan direkrut ternyata malah sudah tanda tangan kontrak dengan klub lain. Itulah bagian dari dramanya. Mercato Milan paling menyebalkan tentu saja pada musim 2011 sampai 2013 di mana banyak pemain yang tidak jelas yang masuk tim, sebut saja Djamal Mesbah, Bakaye Traore, Taye Taiwo, Kevin Constant, dan lain-lain. Selain pemain yang tidak jelas latar belakangnya, permainan mereka di lapangan pun sama tidak jelasnya.

Mari kita tinggalkan masa kelam mercato itu sebagai kenangan untuk menjadi bahan lelucon sesama milanisti. Memang sejak saat itu mercato Milan kadang tak tentu arah. Beruntungnya mulai musim 2019 sejak Paolo Maldini bergabung ke klub sebagai direktur teknik, mercato Milan mulai menemukan titik cerah. Perekrutan Theo Hernandez, Ismael Bennacer, Rafael Leao adalah salah satu campur tangan Maldini. Meskipun memang nama-nama pada mercato Milan masih nama-nama yang baru kita dengar, bukan pemain bintang. Namun perekrutan yang dilakukan Maldini seusai dengan kebutuhan tim. Ada beberapa pemain pada mercato musim lalu yang memberikan kejutan, salah satu favorit saya yaitu Alexis Saelemaekers. Pada awal berita transfer anak muda kelahiran 1999 ini saya heran siapa pemain ini, dari mana, tidak pernah mendengar sedikit pun. Ditransfer dari Anderlecht, klub liga pro Belgia, yang semasa di Anderlecht pun catatan penampilannya tidak terlalu memukau dengan mengemas 2 gol dari 16 penampilan. Secara mengejutkan penampilan Alexis berseragam Milan terus berkembang di bawah asuhan Stefano Pioli, permainannya impresif, gaya permainannya yang simple tetapi efektif membuat dia menjadi langganan starting eleven di AC Milan.

Musim baru 2021 patut ditunggu, AC Milan menggeliat di bursa transfer kali ini. Menyudahi drama perpanjangan kontrak Gianluigi Donnaruma yang meminta gaji yang cukup tinggi. Sehingga akhirnya AC Milan melepasnya dengan status free agent karena masa kontraknya habis dan tidak ada perpanjangan, cukup disayangkan memang. Maldini dan AC Milan berprinsip, tidak ada pemain yang melebihi tim. Hal itu pula yang menjadi dasar AC Milan dalam perekrutan pemain musim ini. Tidak ngotot mencari pemain bintang, tetapi mencari pemain yang memang diperlukan tim dengan budget yang sesuai serta skill pemain yang bagus tentunya. Nama-nama yang sudah resmi berseragam AC Milan diantaranya: Fikayo Tomori dipermanenkan dari Chelsea, Brahim Diaz dipermanenkan dari Real Madrid, Alessandro Tonali dipermanenkan dari Brescia, Mike Maignan dibeli dari Lille, Oliver Giroud dibeli dari Chelsea, Fodé Ballo-Touré dibeli dari AS Monaco. Sementara pemain-pemain yang memperpanjang kontrak yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Davide Calabria.

Milan masih mengincar beberapa nama untuk mengisi posisi di setiap lini. Banyak nama yang tersebut dalam rumor-rumor tersebut. Saya tidak ingin berspekulasi, dan lebih memilih untuk memantau official statement dari AC Milan. Dari beberapa pemain yang sudah secara resmi bergabung dengan AC Milan bisa menunjukkan titik cerah pada tim di musim depan. Nama Maignan dan Fode memang masih terdengar asing dan saya sendiri belum melihat permainan mereka. Namun jika Maignan didatangkan untuk menggantikan Gigio, rasanya kemampuannya tidak akan jauh berbeda. Sebagai fans saya tidak pernah menaruh harapan tinggi pada pemain baru, karena biasanya mereka butuh adaptasi tidak hanya dalam satu atau dua pertandingan. Contoh saja, Frank Kessie, pada awal kedatangannya banyak diharapkan akan bermain seperti ketika di Atalanta, tetapi permainannya tidak sebagus itu ketika di Milan. Pada musim berikutnya dia menjadi pemain tak tergantikan di lini tengah Milan.

Musim 2021-2022 menarik sekali ditunggu untuk melihat hasil dari perekrutan yang dilakukan Milan, masih menunggu nama-nama baru yang akan hadir, pun beberapa pemain yang belum perpanjang kontrak. Menarik sekali karena AC Milan akhirnya lolos lagi ke Liga Champions setelah absen panjang. Kita bisa lihat sejauh mana Milan bisa bersaing di kompetisi bergengsi Eropa ini. Mengingat performa di kompetisi kasta kedua Eropa atau UEFA League, Milan masih angin-anginan. Sepatutnya AC Milan minimal musim lalu bisa menjadi finalis UEFA. Bahkan sebenarnya Milan bisa meraih scudetto jika saja di paruh kedua musim tidak kehabisan bensin. Setelah memuncaki klasemen di paruh pertama, performa turun karena banyak pemain inti yang cidera dan terinfeksi covid-19, pun strategi Pioli yang sudah terbaca tim lawan.

Adanya pemain baru seperti Giroud yang merupakan pemain berkelas, didatangkan sebagai pelapis Ibra, atau bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi tandem Ibra jika menggunakan pola dua striker. Giroud memilih nomor punggung 9 yang selepas Inzaghi pensiun belum ada yang bisa menampilkan permainan terbaiknya dengan nomor itu, semoga Giroud adalah pengecualian. Brahim Diaz pun musim depan akan menggunakan nomor 10, nomor keramat di sepak bola. Semoga Diaz bisa mengeluarkan keajaiban-keajaiban lainnya seperti yang sudah dilakukannya di musim lalu.

Satu-satunya yang membuat miris pada mercato musim ini, juga pada tim Milan keseluruhan adalah kurangnya pemain Italia yang ada di dalam tim, pun rumor mercato jarang sekali menyebutkan pemain Italia yang akan direkrut Milan. Jika melihat dari musim sebelumnya pemain Italia di Milan yang menjadi starting eleven tetap yaitu Gigio Donnaruma dan Davide Calabria. Sebelumnya ada Alessio Romagnioli yang tergeser posisinya sejak cidera dan performanya menurun. Ada nama lain di bangku cadangan yang kesempatan untuk menjadi starter pada tim inti begitu langka; Matteo Gabbia (DF), Alessandro Plizzari (GK), Mattia Caldara (DF), Andrea Conti (DF), Sandro Tonali (MF), Lorenzo Colombo (FW), Daniel Maldini (FW). Rumor pemain Italia yang ada dalam radar perburuan Milan pun terbilang sedikit. Domenico Berardi adalah yang paling santer beritanya, kemudian ada Andrea Belotti, ada rumor juga Milan akan berburu tanda tangan mantan pemain primavera yang bermain apik di EURO 2020 lalu, Manuel Locatelli. Semua rumor itu masih mengambang tidak jelas.

Bagi saya pribadi, pemain Italia di Milan cukup krusial dengan alasan histroik dan sentimental. Secara historis kita semua tahu sejarahnya kenapa sampai muncul tim sekota, Internazionale Milan, karena waktu itu petinggi AC Milan sangat teguh untuk memainkan pemain Italia, sementar petinggi lain ingin ada pemain internasional. Melihat historis itu akan miris rasanya jika di AC Milan, sedikit sekali pemain Italia yang memiliki kualitas bintang. Apalagi melihat EURO 2020 kemarin di mana skuad Italia tidak diisi oleh pemain yang bermain di AC Milan. Ada Donnaruma memang, tapi statusnya waktu itu sudah free agent jadi kita tidak bisa mengklaim dia sebagai pemain Milan. Pemain yang memungkinkan masuk skuad Italia pada EURO 2020 kemarin adalah Calabria jika melihat performanya pada musim lalu, sayangnya pemain ini cidera setelah musim berakhir dan harus menjalani operasi. Secara sentimental, karena saya juga tifosi Gli Azzurri, jadi rasanya ada pemain timnas Italia dari klub AC Milan menjadi kebanggaan tersendiri.

Sepertinya sudah terlalu panjang ini saya berkoar. Sebagai penutup, kita sebagai pecinta AC Milan cuma bisa berharap mercato yang dilakukan Milan untuk bertarung pada musim depan bisa memberikan kejutan-kejutan luar biasa, konsisten dalam permainan, strategi yang fleksibel sesuai kebutuhan, pemain yang siap dalam kondisi apa pun. Pemain-pemain baru yang kita nantikan permainannya, pemain-pemain lama yang terus berkembang. FORZA MILAN!!! MILAN PER SEMPRE!!!

Mengenal Trequartista, Regista, Mezzala, dan Fantasista

Bagi kalian tifosi Liga Italia Serie A tentunya tidak asing dengan istilah-istilah yang disebutkan dalam judul di atas. Namun, tidak sedikit juga tifosi yang belum tahu, bahkan bingung mengenai istilah-istilah tersebut. Di sini saya akan mencoba membahas tentang istilah tersebut dengan mengambil dari beberapa referensi bacaan yang saya tahu. Biar kita sebagai tifosi Serie A tidak memalukan kalau sedang diskusi tentang sepak bola. Mari kita bahas.

Trequartista

Secara harfiah trequartisa berarti tiga-perempat. Hal ini berarti bahwa pemain yang disebut trequartista berada di tiga-perempat lapangan jika diukur garis gawangnya, berada di antara pemain tengah dan penyerang. Seorang trequartista biasanya mempunyai skill dan teknik yang tinggi dalam hal dribbling, passing, bahkan shooting. Pemain ini dituntut untuk memiliki kemampuan membaca permainan dan membuka ruang dalam penyerangan. Seorang trequartista bisa memiliki peran sekaligus sebagai seroang playmaker, tetapi tidak harus.

Trequartista adalah posisi, bukan peran. Memang lazimnya dalam formasi dimana ada pemain yang berposisi sebagai trequartista dia juga berperan sebagai playmaker. Maka dari itu dia diharapkan memiliki skill dan teknik di atas pemain lainnya. Pada awalnya trequartista identik sekali dengan nomor punggung 10, tak heran sering kita dengan sebutan pemain posisi nomor 10. Seiring perkembangan trequartista tidak harus menggunakan nomor punggung 10, yang dilihat adalah posisi dan kemampuannya.

Contoh pemain-pemain yang berposisi trequartista antara lain: Roberto Baggio, Totti, Del Piero, Kaka, Sneidjer, Pastore, Bergkamp, Hernanes, Ganso, Rui Costa, Diego, Zidane, Boban, Xavi, Riquelme, Diego Maradona, Sneijder, Isco, Oscar, Jovetic, Draxler, Gotze, Mkhitaryan, dan lain-lain.

Regista

Dalam bahasa Italia regista mempunyai arti director atau sutradara. Maka seorang pemain yang disebut regista mempunyai peranan sebagai pengatur permainan. Sebutan lain untuk regista dikenal dengan nama deep-lying playmaker. Biasanya memang posisi pemain ini berada tepat di depan barisan pemain bertahan tim. Karena seorang regista menjadi pusat serangan tim, bola dari defender biasanya akan diarahkan ke regista dalam permulaan serangan. Regista ini yang menciptakan arah permainan tim. Maka kemampuan pemain dalam hal penguasaan bola harus kuat, tentu saja kemampuan passing baik pendek dan panjang harus mempunyai akurasi yang tinggi.

Seorang regista yang bermain di area pertahanan biasanya akan ditemani oleh gelandang lain sebagai double-pivot, tetapi bisa juga regista tidak dipasangkan dengan gelandang lain atau menjadi single-pivot. Kecerdasan menjadi kunci seorang regista, menjaga ritme permainan, memulai alur serangan, mendistribusikan bola, menjaga keseimbangan di lapangan tengah. Selain itu, dengan posisi yang berada di depan pemain belakang, kemampuan bertahan pun harus dimiliki regista sehingga dapat menghentikan serangan lawan.

Andrea Pirlo saat bermain di AC Milan adalah seorang regista yang sangat popular, kemampuannya sebagai seorang deep-lying playmaker tidak diragukan lagi. Pun setelah pindah perannya masih tetap sama. Pemain-pemin lain yang bisa disebut sebagai seorang regista adalah Xabi Alonso, Xavi Hernandez, Frank Lampard, Paul Scholes, Sergio Busquets, Marco Veratti, Ever Banega, Michael Carrick, Jorginho, dan lainnya.

Mezzala

Definisi yang saya dapat, mezzala adalah pemain yang merupakan bagian dari garis depan, dengan tugas utama mengatur aksi serangan dan menjaga koneksi dengan pemain tengah. Posisi mezzala berbeda dengan gelandang bertahan atau gelandang tengah, tetapi mendekati gelandang serang. Mezzala ini bisa dikatakan cukup membingungkan, karena posisi bermainnya ada di antara lini tengah dan depan, dan biasa beroperasi sebagai half-winger. Seorang mezzala biasanya pintar mencari posisi terbaik untuk melibatkan dirinya dalam proses serangan. Biasanya, mezzala selalu bergerak di area yang sempit di antara kawalan lawan. Mezzala bertugas menerima operan kunci bisa dari gelandang, bek tengah atau regista yang ditujukan untuk mengatasi tekanan kuat lawan.

Dengan peran yang memiliki kompleksitas tinggi, seorang mezzala harus memilik banyak kemampuan. Kekuatan stamina sudah pasti utama karena daya jelajah seorang mezzala begitu luas untuk eksplorasi area bertahan lawan. Pemahaman yang tinggi dalam hal kemampuan melepaskan diri dari kawalan lawan pun menjadi syarat lainnya bagi seorang mezzala, dan mengetahui kapan momen tepat untuk melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti.

Gianni Rivera disebut sebagai pemain yang mempopulerkan permainan seorang mezzala. Efektivitas pergerakannya pada ruang yang berada di antara lini tengah dan lini depan menjadi salah satu faktor yang membuatnya menjadi seorang gelandang tersubur pada masanya. Pemain yang biasa menjadi mezzala diantaranya: Kevin De Bruyne, David Silva, Bernardeschi, Dybala, Nicolo Barella, Lucas Paqueta, Rade Krunic, Fabian Ruiz, Nico Zaniolo, Lorenzo Pellegrini, Radja Nainggolan, Paul Pogba, dain lain sebagainya.

Fantasista

Dari katanya mungkin kita bisa berintrepertasi fantasista identik dengan kata fantastis. Bisa jadi seperti itu, fantasista dalam sepak bola bukanlah sebuah posisi atau pun peran, melainkan sebuah istilah atau julukan kepada seorang pemain. Fantasista disematkan kepada seorang pemain yang memiliki kemampuan individu yang luar biasa dan di atas rata-rata, serta kemampuan olah bolanya yang membuat penonton kagum, menunggu apa yang akan dilakukannya ketika menguasai bola. Seorang pemain fantasista memiliki sesuatu yang kadang penonton sebut sebagai sebuah keajaiban. Fantasista dapat melakukan hal-hal yang fantastis.

Pada era dulu seorang fantasista akan disematkan pada seorang pemain dengan nomor punggung 10 seperti halnya trequartista, karena biasanya pemain dengan posisi trequartista memang memiliki kemampuan yang di atas pemain lainnya. Akan tetapi, di era sepak bola modern pemain yang dilabeli fantasista tidak melulu menggunakan nomor punggung 10 pun tidak harus posisi trequartista.

Nama-nama yang dilabeli fantasista antara lain: Roberto Baggio, Del Piero, Totti, Pele, Maradona, Kaka, Ronaldinho, Messi, Pirlo, Cryuff, Zidane, Cristiano Ronaldo, Beckenbaeur, Recoba, Dybala, dan masih banyak yang lainnya.

Itulah bahasan mengenai trequartista, regista, mezzala, dan fantasista. Sekilas keempat istilah itu bisa menunjuk satu kesamaan yaitu keempatnya bisa memiliki peran sebagai playmaker. Trequartista dan regista semakin jelas merupakan satu posisi dalam sebuah formasi di mana trequartista adalah gelandang serang dan regista adalah gelandang bertahan. Sementara mezzala bisa dikatakan sebagai posisi dan juga peran, karena pemain mezzala dapat menempati berbagai posisi dalam sebuah formasi, tapi biasanya dia seorang gelandang tengah. Fantasista sudah jelas bukan sebuah posisi, melainkan julukan yang diberikan kepada pemain yang menunjukkan permainan yang fantastis.

Segitu saja dari saya, maaf kalau ada kesalahan. Silakan jika ada yang mau mengomentari, meralat, memberi masukan, dan atau menambahkan. Sepertinya akan memuat satu bahasan khusus mengenai sepak bola, apalagi yang harus saya bahas ya? Silakan jika ada masukan.

Ciao!

Works Experience (1): Klinik Pengobatan Tradisional China

Tiba-tiba kepikiran lagi untuk menulis sebuah blogseries tentang pengalaman bekerja. memang pengalam bekerja saya tidak banyak, tapi rasanya ada keinginan menulis. Sepertinya memang saya perlu tantangan untuk mempunyai target tulisan. Ya, dimulai lah dengan blogseries kedua saya ini, sebelumnya pernah menulis blogseries tentang kehamilan dan lahiran anak pertama saya, tentu saja istri saya yang hamil dan melahirkan ya. Baiklah langsung saja pada cerita pengalaman kerja saya yang pertama, selamat membaca!

Saya lulus kuliah D3 Politeknik Negeri Bandung alias Polban pada tahun 2008. Setelah itu tentu saja memulai petualangan mencari pekerjaan dengan melamar ke sana ke mari, ikut tes di sana di sini, dari perusahaan besar sampai perusahaan kecil, dari BUMN sampai swasta saya coba semuanya. Dari beberapa tes itu saya belum mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Sempat berkecil hati ketika banyak teman saya yang sudah keterima di berbagai perusahaan, sebagian perusahaan bonafid dan cukup ternama, sebagian di BUMN. Pencapaian saya waktu itu dalam proses melamar pekerjaan, paling tinggi sampai level wawancara, tapi kemudian gagal. Kebanyakan dalam proses tes pertama yang biasanya psikotes, saya tidak menerima panggilan lanjutan lagi yang artinya saya tidak lulus seleksi.

Di tengah-tengah aktivitas menganggur itu ada saudara yang menawarkan pekerjaan. kebetulan saudara menikah dengan seorang profesor dari China yang spesialisasinya penyakit kanker. Di Indonesia dia mendirikan klinik pengobatan tradisional China. Kliniknya lumayan berkembang dan memiliki beberapa cabang di kota-kota besar. Makanya saudara saya menawarkan untuk ikut kerja di sana. Tadinya berpikir apakah saya bisa, karena posisinya ditawarkan sebagai admin atau kasir. Kasir? Saya kan lemah sekali dalam hitung-hitungan apalagi pembukuan keuangan, hadeuuuh. Setelah dipikir lagi daripada mengganggur dan mengisi waktu sembari melamar pekerjaan dan menunggu panggilan tes kerja, akhirnya saya menyetujui untuk kerja pada klinik saudara saya itu.

Singkat cerita berangkatlah saya ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan singkat di klinik pusat di daerah Pecenongan. Saya lupa berapa lama pelatihan di sini, mungkin sekitar satu bulan. Katanya saya akan ditempatkan di cabang klinik TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ada di Surabaya. Waktu itu saya berpikir, waduh jauh juga untuk ukuran saya yang saat itu tidak pernah berpergian jauh. Paling jauh kan cuma Jogja itu pun liburan yang tidak lama. Di klinik Jakarta setelah berlatih mengenai inventerisasi obat, penggunaan aplikasi kasir, pelayanan sebagai kasir, dan lain sebagainya yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan saya nantinya. Terlihat sederhana, tapi mumet juga. Masalahnya ini menghitung uang orang lain hahaha.

Tiba lah saatnya saya untuk berangkat ke Surabaya dengan pesawat dari bandara Soekarno-Hatta. Ini kali pertama saya naik pesawat. Begitu sampai di bandara saya sedikit kebingungan harus melakukan apa, karena memang tidak tahu apa-apa. Cuma dikasih tahu buat check-in saja. Pepatah yang mengatakan malu bertanya sesat di jalan memang benar, jadi saya bertanya ke petugas bandara dan melihat orang lain seperti apa. Rasanya naik pesawat pertama kali itu deg-degan sih, apalagi pas ada turbulensi ga tenang rasanya, walaupun katanya kalau pesawat turbulensi itu bagus, tetap saja ngeri. Saya jadi bisa melihat bentuk awan di atas langit, dan seperti apa awan itu.

Tiba di Surabaya saya dijemput oleh karyawan klinik di sana, langsung dibawa ke klinik di daerah Jemursari. Di Surabaya saya tinggal di klinik itu bersama dokternya yang orang China asli yang tidak bisa bahasa Indonesia, dan dengan penjaga klinik yang asli orang Surabaya. Di klinik saya tidur di sebuah kamar yang disulap menjadi tempat penyimpanan obat. Ya, betul sekali saya tidur dengan tumpukan obat di sekeliling saya dan dengan hembusan AC bersuhu 16 derajat celsius. Menggigil. Suhunya jangan diubah biar tidak merusak obat, katanya.

Pekerjaan saya sebagai kasir terlihat mudah, tetapi menguras buat saya. Kelihatannya cuma menerima bayaran dari pasien ya. Padahal perhitungannya yang membuat kelabakan. Besaran biaya pengobatan itu paling kecil yang saya terima dari pasien yaitu Rp. 150.000. Hampir tidak ada biaya yang di bawah Rp. 100.000. Pendapatan sehari di klinik itu bervariasi setiap hari sesuai jumlah pasien, paling sedikit itu 4 juta, di bawah itu bisa terhitung berapa kali. Pendapatan paling besar untuk cabang di Surabaya yang pernang saya dapat itu sekitar 15 – 18 juta. Jangan tanyakan pendapatan yang di Jakarta, paling besar di Surabaya itu paling kecil di Jakarta. Uang hasil pendapatan hari ini harus saya setorkan besok harinya ke direktur melalui setor tunai di bank. Jarak klinik ke bank itu lumayan jauh, sekitar 2 sampai 4 km sepertinya. Mengingat terbatasnya kendaraan umum yang melintasi area itu, saya pun meminjam sepeda ontel milik penjaga klinik. Bersepada pagi hari di udara Surabaya yang cukup panas, membuat pakaian saya sering basah ketika bekerja.

Pasien yang datang ke klinik ini bukan hanya dari sekitar kota Surabaya, ada yang dari Sidoarjo, Gresik, juga kota-kota lain yang dekat Surabaya. Biasanya pasien-pasien ini memang berobat rutin, karena di sini sistemnya pengobatan rawat jalan. Obat-obatnya ada yang berbentuk pil, kapsul, dan cairan termasuk rebusan berupa jamu dari bahan-bahan khas obat-obatan tradisional China. Banyak rempah-rempah, akar-akaran, bahkan ekstrak dari binatang.

Menjadi kasir di sini saya sering melakukan banyak kesalahan. Seperti saya bilang bahwa dalam soal perhitungan saya termasuk lemah, bukan tidak bisa, tetapi lama. Saya tidak bisa menghitung dengan cepat. Hal yang sering terjadi adalah kesalahan dalam pencatatan ketika laporan saat klinik tutup. Tidak jarang saya harus nombok karena dari catatan kasir dengan uang yang dihitung tidak sama, kebanyakan kurang. Kalau lebih uangnya disimpan, lalu saya cocokan kembali catatannya, dan bisa dimasukan untuk kas besok. Jika kurang ya mau tidak mau saya harus menggantinya.

Saya menyadari bahwa pekerjaan ini tidak cocok dengan saya, dan ada hal di klinik ini yang tidak sesuai dengan saya. Ditambah dengan background kuliah saya yang teknik jadi tidak cocok. Secara kebetulan pun saya mendapat panggilan kerja dari perusahaan lain, sehingga saya memutuskan untuk berhenti. Saya di Surabaya sekitar 3 bulan dan kembali lagi ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa hal sebelum kembali ke Garut dan melanjutkan proses panggilan kerja.

Meskipun pekerjaan sebagai klinik ini adalah pekerjaan pertama saya yang dibayar, tetapi saya tidak mencantumkannya dalam CV saya. Mungkin karena saya merasa diterima sebagai karyawan di sini tidak dalam proses yang seperti biasanya. Tapi, saya berterima kasih pada saudara yang memberikan pekerjaan ini, karena ini pertama saya mendapat uang sendiri dan bisa membeli barang yang saya inginkan dengan uang sendiri, juga bisa sedikit berbagi.

Lalu, pekerjaan apa yang saya dapat sehingga memutuskan berhenti menjadi kasir? Penasaran? Tentu tidak kan hahahaha. Saya tetap akan menceritakanya di tulisan selanjutnya ya.

%d bloggers like this: